Objek Cagar Budaya Kota Medan
Jelajahi 81+ cagar budaya bersejarah yang menjadi saksi perjalanan Kota Medan.
Menampilkan 81 objek
BangunanGereja Kristen Indonesia (GKI) Sumatera Utara
Kamu berdiri di depan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sumut, yang beralamat di Jalan KH Zainul Arifin No. 126, Kota Medan. Bangunan ini langsung menarik perhatian dengan arsitekturnya yang khas, memadukan bentuk atap limasan dan pelana, lengkap dengan menara kecil yang dihiasi pilaster, pelipit, dan jendela lengkung. Semua detail dekoratif—molding, ornamen, hingga ventilasi—dirancang rapi, membuat bangunan ini terasa hidup dan elegan.
Lihat Detail
BangunanGedung Badan Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKSPPS)
Begitu kamu berada di sudut Jalan Pemuda (dulu Paleisweg) dan Jalan Palang Merah (dulu Soekamoeliaweg), kamu sedang berhadapan dengan sebuah bangunan yang sejak awal berdirinya punya peran besar dalam sejarah perkebunan dan tenaga kerja di Sumatra Timur. Inilah Gedung AVROS, bangunan yang lahir dari kebutuhan organisasi perkebunan karet berskala internasional. Gedung ini didirikan berkaitan langsung dengan berdirinya AVROS (Algemente Vereneging van Rubber Planter Ooskust van Sumatra), sebuah organisasi kumpulan grup perusahaan dari berbagai negara yang memiliki usaha perkebunan karet di Sumatra Timur. Rencana pendirian gedung ini telah dimulai pada tahun 1916, rancangan bangunannya dibuat pada tahun 1917, bersamaan dengan pembangunan stasiun uji AVROS yang dikenal sebagai Algemeen Proefstation der AVROS (APA) di Kampung Baru.
Lihat Detail
BangunanKantor Bank Indonesia Medan
Kamu berada di depan Gedung Bank Indonesia Medan, tepat di Jalan Balai Kota No. 4, Kesawan. Dari titik ini, Lapangan Merdeka terbentang di hadapanmu, Sungai Deli mengalir di sisi barat, dan jejak pemerintahan kolonial serta kota modern Medan bertemu dalam satu pandangan. Bangunan ini bukan sekadar kantor bank, melainkan penanda penting sejarah ekonomi dan tata kota Medan sejak awal abad ke-20.
Lihat Detail
BangunanBank Danamon
Bangunan yang kini dikenal sebagai kantor Bank Danamon ini menyimpan cerita tentang perjalanan dunia perbankan di Kota Medan. Dahulu, bangunan ini merupakan Gedung Bank of China, sebelum kemudian berganti-ganti pemilik hingga akhirnya digunakan sebagai kantor Bank Danamon, sebuah bank swasta. Pergantian fungsi tersebut menjadi bagian dari dinamika aktivitas ekonomi dan perbankan di kota ini.
Lihat Detail
BangunanBunker Jepang
Begitu kamu berada di depan bangunan ini, mungkin yang pertama terlintas di kepalamu bukanlah cerita perang. Lingkungannya kini padat, dikelilingi permukiman, jauh dari kesan medan pertempuran. Tapi justru di titik inilah kamu sedang berdiri di atas lapisan sejarah yang panjang dan berlapis. Bangunan yang sering disebut sebagai Benteng Jepang ini diperkirakan dibangun ketika Jepang mulai masuk ke Medan pada tahun 1942. Saat itu, Jepang memasuki wilayah ini melalui Tanjung Tiram, Batubara, setelah pendaratan awal di Pantai Parupuk. Seiring masuknya pasukan, mereka langsung membangun berbagai fasilitas pendukung pendudukan, termasuk gudang penyimpanan amunisi. Pembangunan benteng pertahanan di Pantai Parupuk—yang dikenal dengan sebutan Lubang Jepang—menjadi salah satu penanda kehadiran mereka di wilayah Sumatera Utara.
Lihat Detail
BangunanGereja Katolik Santa Maria Tak Bernoda Asal – Katedral Medan
Bangunan ini merupakan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bernoda Asal – Katedral Medan, yang berdiri di Jl. Pemuda No. 1, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Gereja ini telah resmi ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya melalui SK Walikota Medan Nomor 433/28.K/X/2021 tanggal 28 Oktober 2021, dengan Nomor Dokumen 03/CB/B/2021. Sebagai bangunan sakral dan rumah ibadah, gereja ini memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan kehidupan religius Katolik di Kota Medan.
Lihat Detail
BangunanGereja HKBP Medan Sudirman
Bangunan ini berdiri tenang di sudut strategis Kota Medan, tepat di Jl. Jendral Sudirman No. 17A, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun. Dari luar, kamu langsung menangkap kesan kokoh dan anggun—sebuah gereja dengan skala besar yang sejak awal memang dirancang untuk menjadi pusat kegiatan rohani komunitasnya. Inilah Gereja HKBP Medan Sudirman, salah satu bangunan cagar budaya penting di Sumatera Utara yang kini telah ditetapkan melalui SK Walikota Medan Nomor 433/28.K/X/2021 tanggal 28 Oktober 2021, dengan Nomor Dokumen 04/CB/B/2021.
Lihat Detail
BangunanRumah Sakit Umum Dokter Pringadi
Hingga tahun 1927, Kota Medan belum memiliki rumah sakit pemerintah. Pelayanan kesehatan pada masa itu dilakukan di Staatverban, yang kini dikenal sebagai poliklinik atau balai pengobatan, berlokasi di Paleisweg simpang Jl. Sulthan Makmur Rasyid (sekarang Jl. Pemuda).
Lihat Detail
BangunanEks Rumah Sakit Tembakau Deli
Begitu kamu berada di kawasan ini, kamu sedang menjejak sebuah tempat yang sejak akhir abad ke-19 memegang peranan penting dalam sejarah kesehatan kota Medan. Bangunan ini bukan sekadar peninggalan lama, melainkan saksi awal lahirnya pelayanan kesehatan modern di tanah Deli. Rumah sakit ini dibangun pada Juni 1885 atas prakarsa Mr. Ingerman, yang saat itu menjabat sebagai General Manager Deli Maatschappij (Deli Mij). Pendirian rumah sakit dilatarbelakangi oleh kondisi kesehatan masyarakat yang sangat kompleks. Pada masa itu, buruh perkebunan masih didominasi pengobatan tradisional, sementara pekerja perkebunan asal Eropa membutuhkan sistem kesehatan modern. Selain itu, terjadi peningkatan berbagai penyakit, yang tercatat menyebabkan 217 orang kuli meninggal dunia pada periode 1869 hingga 1870.
Lihat Detail






