Objek Cagar Budaya Kota Medan
Jelajahi 81+ cagar budaya bersejarah yang menjadi saksi perjalanan Kota Medan.
Menampilkan 81 objek
BangunanSekolah TK Santo Yoseph
Awalnya, gedung Sekolah TK Santo Yoseph merupakan satu kesatuan dengan gedung Gereja Katolik Roma. Peletakan batu pertama pembangunan sekolah ini dilakukan pada tanggal 18 Mei 1925, dan peresmiannya berlangsung tujuh bulan kemudian, pada Sabtu sore, 2 Januari 1926.
Lihat Detail
BangunanGedung Eks Balai Kota
Saat kamu berdiri di Jalan Balai Kota No. 2, Kesawan, kamu sebenarnya sedang berhadapan dengan salah satu bangunan paling penting dalam sejarah pemerintahan Kota Medan. Bangunan yang kini dikenal sebagai Eks Balai Kota Medan ini bukan sekadar gedung tua, melainkan saksi lahir, tumbuh, dan berubahnya Medan dari kota kolonial menjadi kota modern. Berdasarkan SK Wali Kota Medan Nomor 433/28.K/X/2021 tanggal 28 Oktober 2021, bangunan ini telah resmi ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya, dengan Nomor Dokumen 14/CB/B/2021. Bangunan ini terletak di Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada koordinat 3°59’0358’’ LU dan 98°67’7192’’ BT. Sifat bangunannya profan, dan saat ini difungsikan sebagai restoran dan kafe yang menjadi bagian dari Hotel Aston City Hall, dengan status kepemilikan Pemerintah Kota Medan dan pengelolaan oleh Manajemen Hotel Aston City Hall.
Lihat Detail
BangunanHotel Grand Inna
Kamu sedang berada di Jl. Balai Kota No. 6, Kesawan, Medan Barat, tepat di sisi Sungai Deli, menghadap sebuah hotel yang telah menjadi saksi perjalanan panjang kota Medan selama lebih dari satu abad, Hotel Grand Inna. Bangunan ini awalnya dikenal sebagai Hotel De Boer, didirikan pada tahun 1894 oleh Aeint Herman de Boer, seorang pengusaha asal Workum, Belanda, yang tiba di Medan pada tahun 1899. Pada awalnya, hotel ini hanya memiliki tujuh kamar, sebuah restoran, dan bar kecil, namun popularitasnya meningkat pesat karena kedekatannya dengan pusat perdagangan dan perkantoran Belanda di Kesawan. Pada 1909, hotel diperluas menjadi 40 kamar, kemudian pada 1930 menjadi 120 kamar, menambahkan beberapa hall dan restoran, sehingga menjadi pusat akomodasi kelas atas di Medan pada masa kolonial.
Lihat Detail
BangunanEks Kantor Departemen Tenaga Kerja
Begitu kamu tiba di persimpangan ini, kamu sebenarnya sedang berdiri di salah satu titik paling penting dalam sejarah Medan modern. Bangunan besar di hadapanmu ini bukan sekadar gedung tua—ia pernah menjadi simbol gaya hidup, kemewahan, dan wajah kosmopolitan kota Medan di awal abad ke-20. Bangunan ini dirancang oleh arsitek G. Bos. Pada tanggal 16 Februari 1919, batu pertamanya diletakkan oleh Walikota Medan pertama, Daniel Baron MacKay, dan pembangunannya selesai setahun kemudian. Gedung ini diberi nama Medan’s Warenhuis, sebuah pusat perbelanjaan yang diperuntukkan bagi masyarakat Belanda di Medan pada masa kolonial.
Lihat Detail
BangunanToko Asia Jaya Furniture
Bangunan ini dibangun bersamaan dengan gedung AVROS dalam satu perencanaan oleh arsitek GH Mulder pada tahun 1918 dan diresmikan pada tahun 1919. Proses tender, perizinan, dan pembangunan gedung ini dilakukan bersamaan dengan gedung AVROS dan pada awalnya diprakarsai oleh tokoh pengusaha terkemuka Tjong A Fie.
Lihat Detail
BangunanKantor Asuransi Wahana Tata
Selamat datang di Bangunan Asuransi Wahana Tata, salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan ekonomi, perdagangan, dan arsitektur kolonial di Kota Medan. Terletak di Jalan Pemuda No. 9, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, pada koordinat 3.582932604784734 LU dan 98.68185728567254 BT, bangunan ini berbatasan dengan ruko di sisi utara, timur, dan selatan, serta Jalan Pemuda di sisi barat. Gedung ini berdiri pada era kolonial Belanda dan mencerminkan gaya arsitektur khas masa tersebut.
Lihat Detail
BangunanKantor Asuransi Jiwasraya dan Palang Merah Indonesia
Nederlandsche Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij (NILMIJ) merupakan perusahaan asuransi jiwa yang berdiri di Batavia pada tahun 1859, meskipun sebelumnya telah beroperasi di Belanda. Pada masa awal, target nasabah perusahaan ini adalah para pensiunan, keluarga, serta serdadu KNIL yang masih aktif. Kehadiran NILMIJ diharapkan dapat memberikan jaminan perlindungan bagi serdadu serta keluarga mereka apabila terjadi kecelakaan, kematian, atau cacat.
Lihat Detail
BangunanRumah Dinas Walikota Medan
Selamat datang di Rumah Dinas Walikota Medan. Bangunan ini bukan sekadar tempat tinggal resmi pimpinan kota, tetapi saksi sejarah perkembangan Kota Medan sejak era kolonial hingga masa kini. Dibangun pada awal 1930-an sebagai villa milik orang Eropa, rumah ini kemudian menjadi rumah dinas resmi Walikota Medan dan menampung para pemimpin kota dalam perjalanan sejarah administrasi dan pembangunan perkotaan.
Lihat Detail
BangunanKantor PTPN IV
Kamu berada di halaman bangunan besar di Jalan Letjen Soeprapto Nomor 2, Medan Maimun. Bangunan yang kini dikenal sebagai Kantor PTPN IV ini merupakan salah satu penanda penting sejarah perkebunan di Sumatera Utara. Usianya mendekati satu abad dan menjadi saksi perkembangan Medan sebagai kota industri perkebunan pada masa kolonial.
Lihat Detail
KawasanKompleks Pertokoan Pusat Pasar
Pada masa awal, aktivitas pasar di Medan tersebar di beberapa lokasi berbeda, di mana setiap pasar hanya menjual satu kelompok barang tertentu seperti pasar sayur, pasar ikan, atau pasar perkakas rumah tangga. Pola ini dianggap tidak efisien dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Lihat Detail





